Kamis, 05 Maret 2015

MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS



MAKALAH
ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS
“ASUHAN KEIDANAN BBL DAN NEONATUS DI RUMAH”
logo poltekes








KELOMPOK II
1.      MARIA Y. B. WOLO
2.      MARSELINA NAHAK
3.      MARTHA S. S. LEBA
4.      MEGI N. O. BORU
5.      MERLINA F. LUKA
6.      NI WAYAN A. K. DEWI
7.      NUR RAIHANI
8.      PASKALIA FEBRIYANTI
9.      PAULA L. T. LOBO
10.  SONIA M. LUMEN
11.  SYARTIKA RANI

12.  TANTY PURWANTI
13.  UMI HASNA
14.  YULIATI A. N. DALI
15.  YUNITA L. BRIA
16.  YUSTINA PAULINA WOA
17.   ZULFA RUSAINI
18.  ALFONSA H. ANTUS
19.  GETRUDIS SEMU
20.  MARIA K. B. BIFFEL
21.  MARIA V. TAEK
22.  NINDY BALLO


POLTEKKES KEMENKES KUPANG
JURUSAN KEBIDANAN
2014/2015







KATA PENGANTAR

Pujisyukur kami panjatkankehadiratTuhan Yang MahaEsakarenaatasberkatdanrahmat-Nyasehingga kami dapatmenyelesaikanmakalahdenganbaik.
Makalahinimembahastentang”ASUHAN BBL DAN NEONATUS DI RUMAH”. Makalahinidibuatuntukmenginformasikankepadapembacatentang bagaimana asuhan yang diberikan bidan yang di lakukan di rumah pada saat melakukan kunjungan rumah.
Padakesempatan inijuga, kami mengucapkan terimakasihkepadapihak-pihak yang telahmenyumbangkanmateri, pikiransertameluangkanwaktuuntukmembantudalammenyelesaikanmakalahini.
Kami sadarbahwamakalahinijauhdari kesempurnaanolehkarenaitu kami mohonkritikdansarannya yang membangun, demi perbaikanmakalahinikedepannya.
                                                               
                                                                                               

Kupang, Februari 2014


Penyusun


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR .......................................................................................... i
DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang ....................................................................................... 1
B.   Rumusan Masalah ................................................................................ 1
C.   Tujuan ...................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN
A.   Kebutuhan Higiene................................................................................ 2
B.   Kebutuhan Makanan............................................................................. 4
C.   Kebutuhan Tidur  ................................................................................... 4
D.   Cara Menjaga Kesehatan Bayi............................................................ 4
E.   Kunjungan Neonatal............................................................................. 5
F.    Fakta di Masyarakat Yang Dilakukan Bidan ..................................... 7

DAFTAR PUSTAKA

 




BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Asuhan bayi baru lahir dan neonatus di komunitas dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kompehensif bagi bayi lahir dimulai sejak janin dalam kandungan sampai dengan bayi berumur 28 hari di puskesmas dan jaringannya maka setiap tenaga kesehatan harus mematuhi standar pelayanan yang sudah ditetapkan. Standar yang dijadikan acuan antara lain:
Standar pelayanan kebidanan atau SPK, pedoman asuhan persalinan normal( APN) dan pelayanan neonatal esensial dasar.
Penyebab utama kematian neonatal adalah tetanus neonatorum, bayi berat lahir rendah dan asfiksia. Upaya yang dilakukan untuk mencegah kematian neonatus diutamakan pada pemeliharaan kehamilan sebaik mungkin, pertolongan persalinan yang bersih.
Perawatan bayi baru lahir yang adekuat termasuk perawatan tali pusat yang higenis. Selain itu dilakukan pulaupaya deteksi dini neonatus resiko tinggi agar segera dapat diberikan pelayanan yang diperlukan.

  1. Rumusan masalah
Bagaimana asuhan BBL dan neonatus di rumah ?

  1. Tujuan penulisan
Mengetahui asuhan BBL di rumah








BAB II
PEMBAHASAN

A.   Kebutuhan Higiene
Berikut ini adalah hal-hal yangperlu diperhatikan dalam memelihara kebersihan :
1.    Kuku jari tangan ibu hendaknya selalu pendek supaya tidak ada kuman dan kotoran yang terselip di bawah kuku dan mencegah jangan sampai melukai badan bayi.
2.    Sebelum dan sesudah memegang bayi ibu harus selalu mencuci tangan.
3.    Kamar bayi terlindungi dari angin, debu, tetapi cukup mendapat sinar matahari dan udara segar.
4.    Untuk menghindari infeksi, pakaian bayi harus dicuci terpisah dari pakaian anggota keluarga yang lain.
5.    Pakaian bayi harus selalu bersih dan kering dan tidak memberi kapur/kamper pada pakaian bayi.

B.   Memandikan Bayi
Tujuan memandikan bayi adalah membersihkan kulit, merangsang peredaran darah, memberi perasaan nyaman dan segar, dan melatih bayi agar terbiasa akan kebersihan. Cara memandikan bayi :
1.    Bersihkan wajah bayi dengan waslap basah tanpa sabun karena bahaya sabun masuk ke mata bayi. Badan disabuni mulai dari kepala, leher, tangan, jari, ketiak, dada, perut, sekitar pusat, kemudian punggung, kaki, dan terakhir alat kelamin. Perhatikan lipatan, misalnya leher, ketiak, paha harus dibersihkan dengan baik. Dengan waslap bersih, badan dibersihkan dari sabun.
2.    Bayi dimasukan ke dalam ember mandi dan bilas sampai bersih.
3.    Bayi diangkat dari air, diletakkan diatas handuk dan dikeringkan mulai dari kepala menurun ke bawah. Perhatikan, lipatan harus benar-benar kering dan dilihat apakah ada kelainan kulit dan sebagainya.


C.   Memelihara Tali Pusat
Jika tali pusat masih ada, ambil sepotong kasa steril kering kemudian tali pusat dibungkus. Perhatikan pangkal/puntung tali pusat harus terbungkus dengan baik.

D.   Pakaian Bayi
Semua pakaian bayi yang akan dipakai harus dicuci dahulu, tidak boleh disimpan dengan kapur barus karena dapat menyebabkan bayi kuning. Ukuran popok yang paling baik yaitu jangan terlalu kecil supaya dapat dipakai agak lama. Baju bayi dipilih sesuai dengan keadaan setempat.

E.   Merawat Kuku Bayi 
Jika kuku bayi panjang harus digunting, tetapi jangan terlalu pendek. Sebaiknya, gunakan pemotong kuku khusus untuk bayi atau gunting kecil. Hati-hati, jangan sampai melukai jari bayi karena kulit bayi masih sangat lunak.

F.    Merawat Mulut Bayi
Mulut bayi dengan bercak putih mungkin karena sisa dari susu (apabila bayi tidak minum ASI). Cara menghilangkannya ialah membilasnya dengan air putih setelah minum susu.

G.   Merawat Telinga
Telinga bagian dalam harus tetap kering. Jika keluar cairan berbau, harus segera berobat ke dokter. Setelah memandikan, telinga dikeringkan dengan baik dan dibersihkan dengan kapas hindari menggunakan lidi atau benda keras.

H.   Merawat Hidung
Jika bayi pilek, lendir pada lubang hidung dapat dibersihkan dengan memasukkan kapas yang digulung dan diputar sedikit ke dalam lubang hidung, jangan menggunakan benda lain. Untuk membantu kesembuhan, bayi dijemur pada pagi hari.
I.      Kebutuhan Makanan
Makanan utama dan terbaik bagi bayi yang sudah disediakan Tuhan adalah air susu ibu (ASI). Apabila ASI cukup dan berat badan bayi naik dengan baik, bayi boleh diberi ASI saja hingga usia 6 bulan. ASI tidak hanya memberi perlindungan terhadap infeksi dan alergi, tetapi juga merangsang pertumbuhan sistem kekebalan. Efek perlindungan ASI ini sangat jelas pada bayi. Oleh karena itu, ibu harus berusaha terus memperbanyak ASI dan memberikannya kepada bayi.

J.    Kebutuhan Tidur 
Bayi harus cukup tidur dan teratur. Pada bulan pertama, bayi akan tidur terus, ia hanya bangun jika lapar, mandi, dan jika diganti popoknya. Makin besar, waktu tidur bayinya makin berkurang karena bayi sudah dapat bermain. Meskipun demikian harus tetap diusahakan agar bayi tidur teratur pagi, sore, dan malam hari.

K.   Cara menjaga kesehatan bayi
1.    Amati pertumbuhan bayi baru lahir dan neonatus secara teratur.
a)    Timbang BB bayi baru lahir dan neonatus sebulan sekali sejak usia 1 bulan sampai 5 tahun di posyandu
b)    Tanya hasil penimbangan dan minta pada kader mencacat di KMS.
c)    Jika bayi baru lahir dan neonatus tumbuh kurang sehat minta nasehat gizi ke petugas kesehatan
d)    Bermain dan bercakap-cakap pada BBL dan neonatus sangat penting bagi perkembangan BBL dan neonatus
2.    Minta imunisasi sesuai jadwal di posyandu, rumah sakit atau praktek swasta.
a)    BBL dan neonatus harus di imunisasi lengkap sebelum berusia 1 tahun.
b)    Imunisasi mencegah penyakit TBC, hepatitis, polio, difteri, batuk 100 hari, tetanus dan campak.



L.    Kunjungan neonatal
Kunjungan neonatus bertujuan untuk meningkatkan akses neonatus terhadap pelayanan kesehatan dasar, mengetahui sedini mungkin komplikasi yang terjadi pada bayi sehingga dapat segera ditangani dan bila tidak dapat ditangani maka dirujuk ke fasilitas yang lebih lengkap untuk mendapatkan perawatan yang optimal.

Pelayanan kesehatan kepada neonatus sedikitnya 3 kali yaitu:
1.    Kunjungan neonatal 1 (KN 1) pada 6 jam sampai dengan 48 jam setelah lahir.
2.    Kunjungan neonatal 2 (KN 2) pada hari ke-3 sampai dengan 7 hari.
3.    Kunjungan neonatal 3 (KN 3) pada hari ke-8 sampai dengan 28 hari.
Peralatan yang diperlukan untuk pemeriksaan kunjungan neonatal:
1.    Tempat periksa bayi
2.    Lampu yang berfungsi untuk penerangan dan memberikan kehangatan.
3.    Air bersih, sabun, dan handuk kering
4.    Sarung tangan bersih
5.    Kain bersih
6.    Stetoskop
7.    Jam dengan jarum detik
8.    Termometer
9.    Timbangan bayi
10. Pengukur panjang bayi
11. Pengukur lingkar kepala
12. Alat suntik sekali pakai ukuran 1cc
13. Vitamin K 1 ampul
14. Salep mata oxytetrasiklin 1%
15. Vaksin hepatitis B (HB0)
16. Format pencatatan (buku KIA, formulir BBL, formulir MTBM, partograf, formulir register kohor bayi)
Pelayanan kesehatan diberikan oleh dokter/bidan/perawat, dapat dilaksanakan di puskesmas atau melalui kunjungan rumah. Pelayanan yang diberikan mengacu pada pedoman Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) pada algoritma bayi muda atau Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM).
Pemeriksaan menggunakan pendekatan MTBM yaitu:
1.    Pemeriksaan tanda bahaya seperti kemungkinan infeksi bakteri, ikterus, diare, berat badan rendah dan masalah pemberian ASI.
2.    Pemberian vitamin K 1, imunisasi hepatitis B-0 bila belum diberikan pada waktunya.
3.    Perawatan BBL
4.    Konseling terhadap ibu dan keluarga untuk memberikan Asi eksklusif, pencegahan hipotermi dan melaksanakan perawatan BBL di rumah termasuk perawatan tali pusat.
5.    Penanganan dan rujukan kasus bila diperlukan.

M.   Tatalaksana kunjungan rumah BBL oleh bidan
Antara lain:
1.    Bidan hendaknya melakukan kunjungan rumah sampai tali pusat lepas, bila mungkin selama 1 minggu pertama sesudah bayi lahir.
2.    Kartu anak dan buku KIA harus diisi lengkap dan kelahiran bayi harus didaftar atau dibawa ke puskesmas
3.    Bidan hendaknya meneliti apakah petugas yang melayani persalinan sudah memberikan perhatian terhadap semua hal.
Pada tiap kunjungan rumah:
1.    Periksalah kemungkinan infeksi mata
2.    Periksa tanda vital bayi
3.    Periksa tali pusat
4.    Periksalah alat kelamin dengan kebersihannya
5.    Amatilah bahwa urine dan feses normal
6.    Tanyakan pada ibu apakah terdapat penyulit pada bayinya


N.   Fakta di masyarakat yang dilakukan bidan berkaitan dengan asuhan BBL dan neonatus

Bayi Ny. R lahir spontan pada tanggal    07 februari 2015, BB pada saat lahir 3000 gram, PB : 48 cm, RR : 45x/mnt dengan usia kehamilan saat lahir 36 mgg. Ny. R bersalin di puskesmas yang dibantu oleh bidan. Pada kunjungan awal bidan sudah melakukan asuhan pada BBL. Keesokan harinya sebelum Ny.R pulang, bidan sudah melakukan konseling kepada orang tua bagaimana caranya merawat tali pusat bayinya.
Berdasarkan jadwal, bidan harusnya melakukan kunjungan neonatus kedua pada tanggal 10-17 februari 2015, namun pada kenyataannya bidan terlambat melakukan kunjungan yaitu pada tanggal 19 februari 2015. Pada saat datang di rumah Ny.R didapati bayi Ny.R mengalami demam. Setelah di periksa ternyata tali pusar bayi Ny.R bernanah dan akibatnya bayi tersebut mengalami infeksi.
Dalam kasus ini bidan telah lalai melakukan kunjungan neonatal pada bayi Ny.R










BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Dalam melakukan kunjungan rumah, bidan harus memeperhtikan kebutuhan higiene, memandikan bayi, memelihara tali pusat, pakaian bayi, merawat kuku bayi, merawat mulut bayi, merawat telinga, merawat hidung, kebutuhan makanan, dan kebutuhan tidur.
Kunjungan neonatus bertujuan untuk meningkatkan akses neonatus terhadap pelayanan kesehatan dasar, mengetahui sedini mungkin komplikasi yang terjadi pada bayi sehingga dapat segera ditangani dan bila tidak dapat ditangani maka dirujuk ke fasilitas yang lebih lengkap untuk mendapatkan perawatan yang optimal.

B.   Saran
Sebagai tenaga kesehatan harus mengetahui cara melakukan kunjungan rumah dan yang harus dilakukan setiap kunjungan tersebut.















DAFTAR PUSTAKA


www.midmifery.com. diakses pada 11 Februari ‘15
Sudarti.2010.Asuhan Kebidanan Neonatus Bayi Dan Anak Balita.Yogyakarta: Nuha Medika
Wahyuni, Sari.2012.Asuhan Neonatus,dan Balita.Jakarta:EGC





Tidak ada komentar:

Posting Komentar